Menanggapi hal itu, Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dinas Pertanian Bangkalan Karyadinata memastikan tidak akan terjadi kelangkaan pupuk di Kabupaten Bangkalan.
Menurutnya, kesan kelangkaan pupuk itu hanya karena proses penebusan pupuk bersubsidi itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini harus menggunakan kartu tani dan mengisi form yang sudah disediakan.
"Kami sudah menyediakan 19 ribu ton pupuk Urea, lebih banyak dari pada tahun sebelumnya. Hanya saja saat ini harus memiliki kartu tani, lalu cara menebusnya mengisi form yang disediakan oleh pihak kios," katanya. (Mp/sur/kk)