SUMENEP, MaduraPost - Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Abidin, menaruh perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Program yang digagas pemerintah pusat sebagai bagian dari kebijakan strategis nasional itu dinilai memiliki tujuan mulia, namun pelaksanaannya di lapangan harus diawasi secara ketat agar tidak menyimpang dari tujuan awal.
Menurut Zainal Abidin, program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Meski demikian, ia mengaku prihatin setelah menerima berbagai informasi terkait kualitas makanan yang disajikan di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menyebut, terdapat laporan yang menyebutkan menu yang diberikan kepada siswa dalam program tersebut tidak layak dikonsumsi.
“Dikabarkan di sejumlah SPPG yang menyajikan menu MBG kepada siswa, telurnya busuk, nasinya terasa basi, dan sebagainya. Artinya sajiannya dikeluhkan tidak layak,” ujar Zainal Abidin, Selasa (10/3).