Ia memastikan seluruh perusahaan pers yang tergabung dalam Sumenep" class="inline-tag-link">PWRI Sumenep akan kompak menolak kerja sama sampai ada kejelasan menyangkut mekanisme kemitraan publikasi 2026.

"Kepada anggota bagi yang tidak satu barisan silakan keluar dari barisan. Saya nyatakan sikap ini sebagai bentuk respons terakhir bahwa kita all out tidak akan bermitra dengan pemerintah kabupaten," katanya menegaskan.

Sumenep" class="inline-tag-link">PWRI Sumenep menyebut keputusan tersebut bukan sekadar penolakan terhadap sistem, melainkan bentuk kekhawatiran atas keberlanjutan media lokal, keadilan dalam pola kemitraan, serta posisi tawar perusahaan pers di hadapan pemerintah daerah.

"Demikian keputusan ini, saya harap semua anggota bisa memaklumi dan segera menyampaikan keputusan organisasi kepada masing-masing pimpinan medianya," tuturnya.