Di sisi lain, mantan Kepala Disbudporapar Sumenep itu menegaskan bahwa proses akademik tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan penyesuaian durasi maupun metode pembelajaran. Sekolah diperkenankan memadukan materi pelajaran dengan kegiatan bernuansa Ramadan.

“Dengan pola tersebut, sekolah tetap menjalankan pembelajaran setiap hari, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter religius peserta didik,” tegasnya.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep mampu mengimplementasikan kebijakan tersebut secara disiplin dan konsisten.

Ramadan diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter tanpa mengorbankan target capaian akademik siswa.

“Keseimbangan antara pendidikan karakter dan akademik menjadi kunci agar kegiatan belajar selama Ramadan tetap efektif dan bermakna,” pungkas Iksan.