Menurutnya, perkembangan pers Indonesia telah mengalami perubahan besar, mulai dari dominasi media cetak, munculnya media daring, hingga memasuki era jurnalisme metaverse yang menuntut peningkatan kemampuan dan adaptasi teknologi dari para jurnalis.

“Tantangan pers di Kabupaten Sumenep saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade lalu karena masyarakat menuntut transparansi total dan akses informasi yang real-time mengenai kebijakan publik serta penggunaan anggaran daerah,” jelasnya.

Zainal menilai hubungan antara pemerintah daerah, legislatif, dan insan pers di Sumenep telah berjalan cukup baik. Meski begitu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas kritik yang konstruktif demi kemajuan bersama.

“Saya berharap teman-teman wartawan di Sumenep tidak ragu untuk mengkritik kinerja kami di DPRD maupun pihak eksekutif asalkan kritik tersebut didasarkan pada data yang valid dan semangat untuk memperbaiki keadaan, bukan didasari oleh kepentingan pragmatis sesaat,” ungkapnya.