Menurut penuturannya, insiden tersebut bermula dari upaya warga menghentikan Sahwito yang mengamuk, namun justru berujung pada penahanan terhadap dirinya dan beberapa warga lain yang mencoba menolong.
“Saya bingung, kenapa saya yang jelas-jelas menjadi korban cekikan, malah ditahan dan dianggap bersalah,” ujar Musahwan lirih, Rabu (14/1).
Baca Juga:Dalam Waktu Semalam Polres Sumenep Tangkap Pengedar dan Pemakai Narkoba di Tempat Yang Berbeda
Kalimat itu membuat suasana sidang membeku. Air mata jatuh dari wajah Musahwan, sementara sejumlah hakim terlihat menundukkan kepala, larut dalam suasana haru.
Ia melanjutkan penjelasan dengan suara terputus-putus, bahwa keselamatannya kala itu bergantung pada dua warga yang datang melerai.