SUMENEP, MaduraPost - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memicu aksi demonstrasi di halaman Kantor Kepolisian Resor (Polres) setempat.

Aksi tersebut menjadi bentuk protes atas penanganan perkara yang dinilai tidak berpihak kepada korban.

Unjuk rasa berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025, dan diikuti oleh keluarga korban, kalangan mahasiswa, serta sejumlah elemen organisasi kemasyarakatan.

Mereka mendatangi Mapolres Sumenep untuk menyuarakan tuntutan keadilan atas dugaan pencabulan yang dialami seorang anak di bawah umur asal Kecamatan Kota Sumenep.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian diketahui menerima dua laporan yang saling berhadapan.