“Maka kebijakan-kebijakan seperti itu kalau mau tutup mata, pakai lembar sekalian, biar tahu semuanya,” katanya menyindir.
Ledakan kritik paling keras muncul saat ia menyoal operasi gabungan yang menurutnya sudah kelewat batas.
“Tapi faktanya, tahun ini Madura menjadi korban Bea Cukai. Buktinya lagi, polisi ikut-ikut nangkap. Di mana tugasnya polisi nangkap rokok ilegal? Ini kan lucu,” tegasnya, yang langsung memancing riuh audiens.
Kontras pun tampak menyolok. Ketika berbicara soal kebijakan negara yang menghantam pelaku usaha rokok skala kecil, Zainal tampil sebagai politisi yang agresif dan berani menekan pemerintah pusat.
Namun saat publik menagih kejelasan tanggapannya atas dugaan pemerasan mucikari, ia tak bersuara. Dua momen ini memperlihatkan dua sisi Zainal, vokal dan berani ketika membela konstituen rokok, tetapi memilih sunyi saat sorotan hukum diarahkan kepadanya sendiri.***