Ketika semua pihak menunggu kabar dari penyidikan yang membelitnya, Zainal justru muncul dengan gaya garang di Surabaya. Dalam forum FP3TI yang mempertemukan pelaku industri tembakau dengan pejabat daerah, ia melancarkan kritik pedas terhadap kebijakan pemberantasan rokok ilegal oleh Bea Cukai.
Dengan suara yang meninggi, ia menuding langkah itu merugikan masyarakat Madura dan para produsen kecil.
“Saya itu anggota DPRD tiga periode. Konstituen saya itu pemain rokok. Ketika ditangkap di Solo, larinya ke saya, nggak lagi kepada orang lain,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia bahkan menohok mekanisme penindakan yang dinilainya tak menyentuh sumber persoalan.