“Pohon ini nantinya bukan hanya berguna bagi kakaktua, tapi juga bagi warga. Hasil buahnya bisa dimanfaatkan, memberikan nilai ekonomi dalam jangka panjang,” tuturnya.

Darul juga menyinggung hubungan erat antara masyarakat Masakambing dengan burung kakaktua yang sudah terjalin bertahun-tahun.

Ia menegaskan, bahwa keadaan satwa langka ini sangat dipengaruhi oleh cara warga menjaga habitatnya.

“Kelangsungan hidup kakaktua sangat ditentukan oleh komitmen warga merawat pulau. Karena itu, pelestarian harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar program pemerintah,” katanya.