Ancaman semacam ini dikhawatirkan menjadikan bantuan publik sebagai alat tekanan, terutama terhadap kelompok ekonomi rentan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Galis maupun istrinya, F, belum memberikan tanggapan terkait rekaman yang viral tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak Kecamatan Giligenting dan Dinas Sosial Sumenep juga belum memperoleh jawaban.***
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan rekaman suara yang menyebar di media sosial dan grup WhatsApp warga Giligenting.