“Saya memang tidak bisa memasukkan nama baru, tapi kalau menghapus, saya punya hak,” ujar suara tersebut dengan intonasi tegas.
Rekaman itu juga memuat pengakuan tentang pemotongan sejumlah bantuan dengan dalih pembangunan fasilitas desa.
Baca Juga:Raih Proper Emas ke Empat kali, Ini yang Dilakukan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore
“Jangan coba macam-macam. Kemarin saya minta dan memotong beberapa nominal. Itu saya lakukan karena mau bangun kamar mandi dan mengaspal jalan. Ini demi kemajuan desa,” tuturnya dalam voice note itu.
Pernyataan ini memunculkan dugaan kuat soal penyalahgunaan posisi serta konflik kepentingan karena agen pencairan disebut dikelola keluarga kepala desa.