Dalam kesempatan tersebut, BPRS Bhakti Sumekar turut hadir sebagai mitra strategis. Lembaga keuangan syariah milik daerah itu menawarkan program pembiayaan tanpa bunga bagi pelaku usaha kecil, termasuk para nelayan yang ingin memperluas kegiatan ekonominya.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menegaskan komitmen pihaknya untuk menghadirkan akses keuangan syariah yang inklusif di sektor produktif masyarakat.

“Kami ingin memastikan nelayan bisa memperoleh modal usaha dengan skema ringan dan sesuai prinsip syariah. Program ini bukan sekadar pinjaman, tapi bentuk pemberdayaan agar masyarakat pesisir makin mandiri secara ekonomi,” ujar Fajar.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga seperti ini menjadi bagian dari strategi BPRS untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan formal.