Menurut catatannya, kala itu tersedia 8.431 lowongan dari 32 perusahaan, tetapi hanya sekitar 608 pencari kerja yang mengajukan lamaran, dan perusahaan hanya menerima kurang lebih 400 orang.
“Tahun ini harus lebih baik. Job fair bukan hanya acara seremonial. Disnaker harus serius memperluas sosialisasi, terutama kepada masyarakat di pelosok desa yang mungkin belum melek internet,” tegas Masdawi, Sabtu (20/9).
Ia juga menekankan, bahwa perusahaan peserta mesti menunjukkan komitmen nyata dalam memprioritaskan tenaga kerja asal Sumenep.
Selain itu, pemerintah daerah dituntut aktif menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten agar siap bersaing di dunia kerja.