“Walau kita berasal dari latar belakang yang berbeda—baik profesi maupun keyakinan—hari ini kita dipersatukan oleh doa. Karena saat negeri ini aman, tenteram, dan damai, maka masyarakat bisa hidup dengan penuh martabat,” ungkap Bupati Fauzi, Selasa (2/9).
Yang membuat acara ini istimewa, doa tidak hanya dipimpin oleh tokoh agama Islam, tetapi juga perwakilan dari lintas agama lainnya.
Hal tersebut menjadi pesan kuat bahwa Sumenep menempatkan toleransi sebagai pijakan utama dalam kehidupan sosial.
Di tengah gejolak sosial yang muncul di sejumlah wilayah, Bupati Fauzi mengingatkan pentingnya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.