CATATAN, MaduraPost - Di balik layar kantor redaksi LKBN ANTARA, ada sosok yang tenang tapi tajam. Namanya Erafzon Saptiyulda, seorang redaktur senior yang selama lebih dari dua dekade telah menjadi penjaga mutu dan arah pemberitaan di media resmi negara itu.

Wajahnya tak asing bagi para wartawan yang pernah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di bawah naungan Lembaga Pendidikan ANTARA.

Suaranya tegas namun ramah, gaya bicaranya lugas tapi tidak menggurui. Pak Era, begitu saya memanggil, bukan hanya seorang redaktur, tetapi juga seorang penguji yang membawa semangat luhur jurnalistik ke ruang ujian.

Jurnalisme bukan cuma soal menulis, tapi bagaimana menulis dengan tanggung jawab,” katanya saat menguji para peserta UKW Madya di Surabaya, 30-31 Juli 2025 lalu.

Bagi Pak Era, menjadi penguji bukan hanya soal menilai. Ia hadir sebagai penjaga integritas profesi, memastikan bahwa para calon jurnalis utama tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara etik.