• Sebanyak 119 kepala sekolah dasar dari total 262 di Sumenep mengikuti pelatihan ini.
• 187 guru turut dilibatkan dalam pelatihan paralel guna menciptakan sinergi perubahan di lingkungan sekolah.
• Total keterlibatan mencapai lebih dari 300 insan pendidikan.
Para pemateri berasal dari berbagai kalangan profesional dan ahli, termasuk widyaiswara nasional, dosen perguruan tinggi, pengawas pendidikan bersertifikat ToT, hingga pejabat teknis Dinas Pendidikan.
“Materi kami susun bukan hanya berdasarkan teori, tapi langsung ke praktik lapangan. Kami siapkan struktur yang utuh: dari materi umum, inti, sampai penguatnya,” jelas Fairuzi.