Melalui pelatihan ini, Kabupaten Sumenep tidak hanya menata ulang sistem pendidikan, tapi juga menyiapkan fondasi kuat untuk menghadirkan ekosistem belajar yang aktif dan inspiratif.

Kepala sekolah diproyeksikan menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu melahirkan generasi kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

“Ini bukan akhir dari upaya kami, tapi baru permulaan. Sumenep ingin membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kantor kepala sekolah,” pungkas Fairuzi.***