Fairuzi menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai ruang bagi kepala sekolah untuk membentuk cara berpikir yang berkembang (growth mindset), memahami dan menghayati konsep pembelajaran mendalam, lalu mengimplementasikannya secara langsung di lingkungan sekolah masing-masing.

Tidak seperti pelatihan pada umumnya yang hanya berujung pada tumpukan sertifikat, kali ini para peserta dituntut untuk merancang dan menjalankan program inkuiri kolaboratif yang bisa dirasakan langsung dampaknya oleh siswa.

Ini menunjukkan adanya pergeseran peran dari kepala sekolah yang semula bersifat administratif menjadi pemimpin transformasional.

“Target kami bukan sekadar membuat kepala sekolah paham materi. Mereka harus pulang dengan rencana aksi yang konkret, terukur, dan berdampak,” imbuh Fairuzi.