Melihat kebutuhan yang masih tinggi, Bupati Fauzi menyampaikan bahwa Pemkab akan kembali mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk mendukung pendidikan calon dokter spesialis, terutama di bidang penunjang seperti anastesi, radiologi, dan patologi klinik.
“Tahun depan kita tambah tiga lagi. Ini bagian dari ikhtiar kami agar pelayanan di kepulauan bisa maksimal,” tegasnya.
Untuk sementara, layanan spesialis di RS Abuya masih dibantu melalui kerja sama dengan RSU Dr. Soetomo Surabaya dan RS Brawijaya. Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari berbagai rumah sakit milik pemerintah di Provinsi Jawa Timur.
Dengan penguatan yang terus dilakukan, Pemkab Sumenep berharap masyarakat di wilayah kepulauan tak lagi menghadapi hambatan dalam memperoleh layanan spesialis, dan RS Abuya bisa tumbuh menjadi rumah sakit rujukan yang lebih mandiri dan tangguh.
Bupati Fauzi juga menekankan pentingnya peran putra-putri daerah dalam pembangunan layanan kesehatan berkelanjutan. Menurutnya, kedekatan sosial dan budaya dari dokter lokal akan berdampak positif pada mutu layanan.