“Langkah ini adalah bentuk keseriusan kami agar masyarakat kepulauan memiliki akses layanan kesehatan yang setara dengan warga daratan. Kesehatan itu hak setiap warga, bukan sesuatu yang istimewa,” ujar Bupati Fauzi, Jumat (18/7).

Menurutnya, keberadaan tenaga medis spesialis menjadi salah satu pilar penting dalam menentukan mutu pelayanan rumah sakit.

“Ini adalah strategi jangka panjang kami untuk menciptakan kemandirian sistem layanan kesehatan di RS Abuya,” lanjutnya.

Saat ini, RS Abuya telah memiliki tujuh dokter spesialis, namun hanya empat di antaranya yang merupakan tenaga inti. Tiga lainnya masih berstatus sebagai spesialis penunjang.