Dalam sesi ini, petani diberi ruang terbuka untuk menyampaikan permasalahan yang mereka alami di lapangan dan bersama-sama merumuskan solusinya.
“Diskusi ini sangat penting karena menjadi ruang berbagi pengalaman. Petani senior bisa memberikan masukan, sementara petani pemula dapat memperoleh ilmu praktis. Bahkan, dari sini sering kali lahir gagasan-gagasan lokal yang kreatif dan bermanfaat,” tambahnya.
Kegiatan puncak dari program ini adalah praktek langsung di lahan, di mana para petani terlibat dalam simulasi budidaya pertanian secara menyeluruh.
Materi yang diberikan meliputi teknik pengolahan tanah yang ideal, pemilihan varietas unggul, penggunaan pupuk organik, metode pengendalian hama terpadu, serta strategi panen dan penanganan pascapanen yang tepat guna.
Semua materi disusun agar mudah diaplikasikan oleh petani di lapangan, menyesuaikan dengan kondisi lokal dan potensi wilayah masing-masing.