Menurut Agus, larangan ini tidak hanya untuk melindungi kesehatan siswa, tetapi juga untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

"Kebijakan ini bukan semata soal makanan, tapi juga berhubungan dengan kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar di sekolah," jelasnya.

Agus juga mengingatkan bahwa keberhasilan upaya ini membutuhkan dukungan penuh dari orang tua siswa. Ia menegaskan bahwa peran keluarga sangat vital dalam membentuk kebiasaan anak-anak sejak dini.

"Pendidikan pertama dan utama berasal dari rumah. Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi faktor kunci untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat," tambah Agus.***