“Ini semacam peta jalan. Desa harus bisa merancang arah pembangunan pangannya agar tidak asal jalan, tapi punya target dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fadholi menjelaskan, bahwa desa perlu mengenali dan memanfaatkan sektor pangan unggulan yang mereka miliki, baik di bidang pertanian, peternakan, perikanan, maupun hasil olahan pangan tradisional.

Ia juga menekankan pentingnya merancang program yang berprinsip pada keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan kemandirian ekonomi desa.

Ia menambahkan, bahwa BUMDes memainkan peran strategis dalam rantai ketahanan pangan, terutama dalam pengolahan, distribusi, dan pemasaran produk lokal.

“Sinergi antara desa dan BUMDes harus diperkuat. Jangan sampai program hanya berhenti di atas kertas, tapi benar-benar dijalankan dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” terang Fadholi.