Ia menjelaskan, bahwa sejak tahun 2019, ia dan kakaknya, Bunahwi, telah mengelola tambak dengan tiga meteran listrik, dua berada berdampingan, sementara satu lainnya terletak terpisah.
Ketika salah satu kWh tidak lagi berfungsi, Jailani meminta bantuan dari Ach. Ramdani alias Dani, sosok yang selama ini dikenal sering menangani urusan kelistrikan di desanya.
“Saya hubungi Dani karena meterannya rusak, dan tambak sangat tergantung pada listrik,” ungkapnya.
Dani kemudian melepas kWh yang rusak tersebut, dengan janji akan mengganti dalam waktu seminggu. Namun, janji itu molor. Penggantian baru terealisasi setelah lebih dari satu bulan, dan Jailani terpaksa memanen udangnya lebih cepat dari jadwal normal karena khawatir kerugian semakin besar.