Karena tidak ingin menambah kerumitan, Jailani kini memilih tidak menggunakan meteran tersebut sampai seluruh persoalan hukum dan administrasi diselesaikan. Ia merasa diperlakukan tidak adil oleh sistem.

“Saya hanya pelanggan. Saya bahkan tidak tahu istilah ‘ngelos’ itu apa. Untuk pemasangan MCB dari Dani saja saya bayar lebih dari satu juta,” tegasnya.

Menurut Jailani, dirinya hanyalah korban dari sistem yang tidak transparan dan prosedur yang membingungkan.

“Saya tidak seharusnya yang menyelesaikan masalah ini. Harusnya PLN yang bertanggung jawab,” ucapnya dengan nada kesal.