Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa sejak tahun lalu, air lindi yang dihasilkan dari tumpukan sampah juga telah dimanfaatkan menjadi pupuk cair.
Melalui serangkaian uji coba dan riset, pupuk tersebut terbukti memiliki manfaat bagi sektor pertanian.
“Mesin RDF ini memiliki sistem penyortiran otomatis antara sampah organik dan anorganik. Hasil akhir pengolahan sudah ada pembeli tetap, yaitu PT SBI, dan akan dikirim ke pabrik mereka yang berada di Tuban,” tambahnya.
Program pemanfaatan sampah ini tidak hanya berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.***