Ia berharap, masyarakat Sumenep dapat memanfaatkan momen debat publik terakhir ini untuk menilai pasangan calon (paslon) berdasarkan program kerja dan komitmen yang disampaikan.

"Dengan acara ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pilihan mereka sehingga mampu menentukan pemimpin yang paling sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah," ujarnya.

Dia menambahkan, format teknis debat kali ini tetap konsisten seperti dua sesi sebelumnya, dengan fokus menggali visi, misi, dan ide-ide strategis para calon.

"Setiap pasangan calon bupati dan wakil bupati diperbolehkan membawa tim sukses ke lokasi debat, namun dengan jumlah yang dibatasi," tegas Mukhlis.***