Dia mengingatkan, bahwa Pulau Masalembu, sebagai pulau terluar dengan sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah, seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Juhairi berpendapat, bahwa justru karena jaraknya yang jauh dan medan yang berat, pengadaan kapal cepat harus diprioritaskan untuk Pulau Masalembu, bukan dihentikan.
Baca Juga:Tidak Ditemui Ketua Bawaslu Sumenep, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi Hingga Blokade Jalan Raya
Senada dengan hal itu, Duri Ahmadi, seorang pemuda dari Pulau Masalembu menambahkan, bahwa selama 10 tahun terakhir, daerahnya merasa diabaikan oleh pemerintah daerah.
Dia mencatat kurangnya pembangunan infrastruktur, seperti listrik dan transportasi yang layak, dibandingkan dengan pulau-pulau lain yang lebih maju.