"Miniatur yang kami tampilkan adalah representasi dari bangunan Loteng, yang umumnya merujuk pada rumah berlantai dua peninggalan masa lalu," kata Arif saat diwawancara wartawan, Kamis (12/9) malam.

Desain stand Bappeda diambil dari konsep bangunan lantai dua, yang di masa lampau melambangkan status bangsawan atau kalangan terpandang di abad ke-19.

Arif juga menjelaskan, bahwa Loteng biasanya dimiliki oleh putra-putra raja, termasuk beberapa pangeran Sumenep.

Di Sumenep sendiri, hanya segelintir pangeran yang dikenal memiliki bangunan Loteng sebagai tempat tinggal, di antaranya adalah Pangeran Kolonel Kusumo Sena, yang lebih dikenal sebagai Pangeran Kolonel Karang Duak, serta Pangeran Letnal Kolonel Kusumo, yang dikenal sebagai Pangeran Letnal Loteng Kepanjin.