"Kami tetap berdiri pada prinsip jurnalistik yang mengedepankan keberimbangan, akurasi, dan kontrol sosial. Setiap berita yang kami terbitkan telah melalui proses verifikasi yang matang. Permintaan untuk menurunkan berita ini justru menunjukkan adanya upaya untuk menutupi informasi yang penting bagi publik," ujar Nurus.

Lebih lanjut, ia menambahkan, bahwa MaduraPost selalu terbuka terhadap klarifikasi dari pihak mana pun, termasuk BTN, namun permintaan takedown berita tanpa alasan yang kuat bukanlah hal yang bisa diterima.

"Pers adalah pilar keempat demokrasi yang memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi dan menginformasikan publik secara objektif. Kami tidak akan tunduk pada tekanan apa pun yang berupaya membungkam kebebasan pers," tegasnya.***