Kuda juga terlihat diam dalam satu tempat saja. Artinya, tidak berlari atau berjalan dengan batas yang ditentukan.
"Biasanya, yang digelar oleh sumenep" class="inline-tag-link">Pemkab Sumenep itu adalah Jaran Tandhang, bukan namanya Jalan Kenca' atau Jaran Serek," kata Tadjul dalam keterangannya yang diterima MaduraPost, Minggu (19/5).
Jika digarisbawahi, Tadjul mengatakan, bahwa sumenep" class="inline-tag-link">Pemkab Sumenep keliru dalam memaknai tradisi saat kuda dikompetisikan.
Dengan kata lain, salah kaprah menempatkan kata Jaran Serek yang digelar sebagai festival dengan tradisi yang seharusnya dilangsungkan hewan kuda.***