Selain dapat melestarikan kearifan lokal, juga bisa menjadi media edukasi kepada peserta didik untuk memahami tentang kekompakan dalam kerja sama tim.
"Harapan kami, event ini terus berkelanjutan. Jadi, bisa dijadikan sebagai kegiatan tahunan oleh KKP," terangnya.
Sementara mengenai peserta festival ini, para peserta adalah siswa tingkat sekolah dasar (SD) sederajat se Sumenep.
Sedangkan, untuk permainan yang dilombakan, meliputi gobak sodor, engklek, dakon, bekel dan kelereng.
Festival permainan tradisional itu akan digelar dua kali dalam bulan ini. Pertama, berlangsung di SD Negeri Kalianget Barat I.