Menurutnya, dengan acara tersebut masyarakat bisa bersama-sama merawat dan terus menggali potensi alam Sumenep sebagai bahan makanan khas daerah di ujung timur Pulau Madura.

“Kuliner khas Sumenep ini istimewa. Ada kaldu kokot dan beberapa kuliner yang lain yang masuk warisan budaya kita,” kata Fauzi.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM di Festival Kuliner Tradisional Sumenep" class="inline-tag-link">TPC Ganjar - Mahfud Sumenep, Bu Yana, mengaku kekurangan stok dagangannya yang berupa empek-empek dan tahu bakso.

“Sejak tadi pagi buka sudah banyak yang terjual, kehabisan barang ini. Tadi pagi aja habis sekitar 400 sekian pcs,” katanya, saat diwawancara media.

“Kita jualan empek-empek dan tahu bakso aja. Kalau yang empek-empek itu ada yang kotak-kotak dan ada kapal selam. Sudah habis semua ya,” timpalnya menambahkan.