”Di sana laut adalah ruang hidup bagi warga. Tempat mencari ikan, lalu karena kebengisan pemodal dan pemerintah desa mau dihabisi dengan dibangun tambak dengan alasan ber SHM,” kata Korlap Aksi ARB, Fadlillah dalam orasinya, Rabu (17/5).
Dalam aksi tersebut, massa aksi membentangkan spanduk panjang tertuliskan Anak Cucu Kami Tidak Butuh Tambak, Tapi Butuh Pantai'.
Sejumlah poster berisi aspirasi dan protes juga dibawa, intinya warga mengecam rencana reklamasi laut dan penerbitan SHM oleh BPN.
Fadlillah menduga ada permainan antara BPN bersama pemerintah desa dan pemilik SHM dalam penerbitan sertifikat.