Melalui festival tersebut, pemerintah daerah bersama elemen masyarakat dapat mewariskan tradisi, adat istiadat dan nilai-nilai budaya leluhur kepada generasi muda.
Sehingga, keberadaan budaya di Kabupaten Sumenep tetap terpelihara dan tidak musnah ditelan kemajuan zaman.
“Festival Tan-Pangantanan Dhe’ Nondhe’ Ni’ Nang merupakan langkah nyata menjaga kebudayaan tradisional supaya di era saat ini tidak terkikis, bahkan punah oleh kemajuan teknologi,” kata Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep Achmad Fauzi dalam keterangannya, Sabtu (13/5).
Menurutnya, pemerintah daerah dan komponen masyarakat perlu menghidupkan beragam kegiatan bernuansa budaya lokal kepada generasi muda supaya mencintainya, karena saat ini.