Di samping itu, karena insiden ini pula dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep tercemar hingga mencoreng nama baik siswa atau pelajar.
"Saya minta pihak Kepolisian segera mengungkap ayah dari bayi itu. Sebab dia sudah melecehkan dan merendahkan martabat wanita. Kalau boleh, jangan cuma ibunya yang ditetapkan tersangka," tegas Akis.
"Sebab kemungkinan ada alasan lain dia tega membuang bayi yang baru dilahirkannya, yaitu agar viral, dan laki-laki yang menghamilinya segera bertanggung jawab," kata dia lebih lanjut.
Pihaknya berjanji akan segera memanggil Kepala Sekolah tempat FN belajar, Kacabdin Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan, Polres Sumenep, Dinas Sosial, dan Kepala Puskesmas Batuan.