"Apalagi kita mempunyai tri fungsi sebagai mahasiswa," tegasnya.
Dirinya juga berharap, seluruh peserta tidak hanya aktif saat DJTD saja. Namun selesai diklat, anggota dapat ikut aktif mengawal dan mengontrol setiap kebijakan kampus.
Tak hanya itu saja, timpal Hasan, pemikiran kritis akan terlatih dan tertanam pada diri anggota LPM Retorika.
"Saya berharap, peserta kritis dan aktif setelah diklat ini selesai, tidak hanya aktif di diklat saja," jelas dia.
Terpisah, Ketua BEM Sumenep" class="inline-tag-link">STKIP PGRI Sumenep, Ainur Romli menyampaikan, bahwa LPM Retorika mempunyai tugas besar di lingkungan kampus. Oleh sebab itu, peserta harus benar-benar serius saat mengikuti diklat.
"Saya tunggu proses kalian, karena yang saya tahu, kaderisasi formal LPM ada 2 tahap. Yaitu, DJTD dan DJTL," tandasnya.***