PAMEKASAN, MaduraPost - Dilatari banyaknya persoalan yang tak kunjung jelas penyelesaiannya, kebijakan dan kinerjanya sudah dianggap tidak pro rakyat sehingga menimbulkan berbagai gelombang aksi massa hampir setiap hari terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan dinilai sudah tidak ada marwahnya oleh berbagai elemen masyarakat.

Bahkan saat ini, para anggota Legislatif di Kota Gerbang Salam itu oleh masyarakat telah divonis terjangkit penyakit Paranoid usai kemaren, pada (13 /4) tidak menemui massa aksi demo dari Indonesian Analisys Politic and Policy Consulting (Ide@) dan massa-massa aksi demonstrasi sebelum-sebelumnya.

Menurut Samhari selaku Aktivis senior sekaligus Presdir Ide@ mengatakan, berbagai vonis buruk serta reaksi massa yang terus dilakukan oleh elemen masyarakat itu jelas akibat kinerja Legislatif Pamekasan di bawah kepemimpinan Fathor Rahman selama ini telah memuat unsur kebohongan publik terhadap seluruh konstituen Partai, baik konstituen Partai-partai koalisi maupun oposisi.

Bahkan dalam proses pelaksanaan kinerja Legislatif dibawah kepemimpinanya (Fathor Rahman, red) setelah dianalisis, diteliti dan menilainya sebut Samhari itu sudah menjadikan Lembaga Legislatif itu sendiri telah kehilangan atau bahkan sama sekali tidak ada marwahnya.

"Dalam arti kata, dia (Fathor Rahman, red) tidak menjadi seorang penyeimbang dari tiga unsur fungsi pokok dari Lembaga Legislatif, yakni sebagai controlling, legislating dan budgeting," terang salah seorang yang juga merupakan politisi di Kabupaten Pamekasan, Kamis (14/4 /2022).