Menurutnya, capaian setelah diturunkan, dapat menghitung perolehan pendapatan mencapai Rp. 140 juta atau 50% dari total jumlah target waktu itu. Target ini, sambungnya, kurang maksimal karena destinasi wisata tidak buka setahun penuh.

"Pada tahun ini patokan targetnya kemabali kehitungan normal, insyaallah tidak ada Covid-19. Jika tempat wisata tidak bisa buka terus maka kita akan ajukan ulang untuk penyesuaian angaran kembali di pertengahan tahun ini," urainya.

Imam mengungkapkan, hingga saat ini destinasi wisata belum bisa dipastikan kapan akan dibuka, meski peta sebaran Covid-19 di Sumenep masuk zona hijau. Namun Pemerintah sendiri merencanakan pembukaan wisata setelah lebaran ketupat.

"Sampai saat ini pemerintah sendiri belum memutuskan secara resmi. Tapi kami berencana setelah lebaran ketupat akan membuka lagi dengan catatan situasinya mendukung." tandanya.