PAMEKASAN, MaduraPost - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terkesan tebang pilih dan arogan dalam melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) atau penjual diatas trotoar. Atas tindakan tersebut menuai protes dari sebagian pedagang dan masyarakat, Selasa (2/3/2021)

Hal itu terbukti dengan adanya tangisan histeris Ibu Aisyah yang merupakan penjual kasur di salah satu titik trotoar di sekitar Pasar Sore atau di Jl. Diponegoro yang pada saat itu jualannya diangkut paksa oleh Satpol-PP.

Sambil sempoyongan dan menangis histeris, di depan Kantor Satpol-PP, penjual kasur tersebut mengatakan, kalau dirinya tidak bisa berdiri dan tubuhnya terasa sakit semua karena mendapat perlakuan kasar dari anggota Satpol-PP pada saat jualannya itu dinaikkan ke mobilnya (Satpol-PP).

"Bengkak semua ini pak badan saya karena dipegang pak, padahal saya sudah minta maaf, dan saya lebih baik mati kalau barang saya itu tidak dikembalikan, karena itu modalnya orang," teriak Ibu Aisyah sambil menangis histeris.

Kemudian, sesampainya di salah satu ruang tamu Kantor Satpol-PP, sambil menangis Ibu Aisyah memperlihatkan kedua lengannya yang bengkak serta mengaku kalau bahunya yang sebelah kanan terasa sangat sakit dan mengatakan kalau dirinya dipegang seperti kayu.