Lebih lanjut Synol, permainan tersebut diselenggarakan tanpa adannya penonton, berselang 15 menit kemudian setalah pertandingan ricuh pihak kepolian datang ke lokasi.
“Setelah kejadian itu baru polisi datang kalau waktu kisruh tidak ada pengamanan,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, M Faruk, Ketua PSSI Kabupaten Sampang mengatakan pihaknya tidak mengetahui bahwa terjadi keributan saat pertandingan berlangsung.
“Saya tidak tahu mas, saya masih mau ke lokasi,” tuturnya