Dijelaskan Hamid, apabila anggaran tersebut tersisa dan tidak terbelanjakan maka akan menjadi Silpa pada tahun berikutnya.
"Semua anggaran baik pasien yang ditangani, pengeluaran daerah, rumah sakit kesehatan, semuanya nanti akan dipertanggung jawabkan ke dewan diperhitungkan APBD 2020," jelas Hamid.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, tidak ada tambahan untuk anggaran tersebut. Ia merinci, sebesar Rp. 16 miliar untuk pencegahan, Rp.21 miliar untuk kegiatan di rumah sakit, dan Rp. 30 miliar untuk masyarakat terdampak atau Bantuan Sosial Tunai (BST).
"Sekarang kita memantau kegiatan kegiatan yang dibutuhkan terhadap masker, hand sanitizer dan berapa pasien yang di rawat di rumah sakit semuanya harus jelas," tegasnya.