Tapi maknanya bagaimana ya,,,??? Kira-kira begini. Boleh ngambil uang dari Paslon, ploroti uangnya sebanyak mungkin, tapi kalau Paslon tersebut tidak cocok, jangan dipilih. Jangan didukung. Itulah kira-kira makna pesta demokrasi. Bebas sebebas-bebasnya untuk menentukan siapa calon pemimpinnya. Bahkan, Golput pun, ya tidak masalah. Toch, Pilkada ini hanya momentum uang dan bersenang-senang;
Tapi benarkah perilaku yang demikian,,,??? Saya tidak tau pasti. Sekali ini, khusus mengenai arti Pesta Demokrasi yang sesungguhnya, saya tidak bisa membahas tuntas. Harus bersambung di edisi dan pada topik berikutnya;
Bagaimana suasana Warga Sumenep menjelang pelaksanaan PILKADA tahun ini (2020), Mencerminkan Pesta, Syukuran, atau kibul-kibul,,,??? Tunggu edisi Pembahasan berikutnya, PIKADA TAK MENARIK, MASYARAKAT PERLU LAKUKAN GERAKAN GOLPUT;
By. KURNIADI (Presiden Republik Pantat Hantu)