Bukankah sebagai pesta, berarti suksesi peralihan kepemimpinan politik tersebut telah dan hanya dipahami sebagai momentum akan hadirnya arus uang nomplok,,,??? Juga momentum kebebasan untuk ngibul-ngibul,,,???;
Tapi eiittttsss,,,,!!! Benarkah momentum Pilkada merupakan momentum datangnya rejeki nomplok,,,??? Berasal darimana uangnya,,,???;
Ya iyalah. Sepertinya Pilkada memang merupakan pintu masuk datangnya arus uang. Darimana uangnya,,,??? Ya bisa dari penyelenggara, bisa juga dari Pasangan Calon, bisa juga dari Penumpang Gelap,,,!!! Bagaimana rumusannya,,,,???;
Begini. Bagi saya, cermin Pemilu/Pemilukada sebagai momentum masuknya arus uang besar sangat tampak dari anggaran pelaksanaannya yang sangat besar. Penyelenggara saja, mulai dari tingkat kabupaten sampai TPS, baik yang dibawah garis KPU maupun Bawaslu, semuanya bergaji. Belum lagi atas nama biaya operasional. Bukan tidak mungkin ada banyak anggaran-anggaran “siluman”. Belum lagi yang atas nama Tips-tips politik;