Namun berdasarkan informasi dari sejumlah masyarakat, Proyek tersebut berasal dari program Jasmas Anggota DPRD Sampang yang merupakan anak dari kepala desa Sokobanah Daya.
"Jadi, katanya warga, Program ini dari anaknya kepala desa yang jadi dewan di Sampang. Kalau memang dari Pak Dewan, kenapa bukan program yang layak dan memang diharapkan masyarakat, seperti perbaikan jalan, Kenapa sungai yang mau dibangun, sedangkan jalannya hancur," Imbuhnya.
Sampai berita ini dipublis, belum ada konfirmasi dari pemerintah desa Sokobanah Daya terkait penolakan proyek tersebut. (Mp/man/kk)