"Orang yang tidak tertib ini tentu tidak mau tahu budaya malu. Seharusnya kan malu, jika tidak mengikuti etika lalu lintas," tegasnya.

Deddy menilai, kesadaran masyarakat Sumenep, utamanya di kawasan kota sudah bisa mulai dikontrol.

"Yang harus diimbau masyarakat dari luar Sumenep, dan pelosok desa. Misalnya, target memakai helm itu sangat penting, minimal itu saja untuk menjaga ketertiban, dan keselamatan pengendara sendiri," imbaunya. (Mp/al/kk)