Kemudian dia mengatakan, kalau dirinya dan warga sudah tidak bodoh masalah proyek, apa lagi proyek yang ia duga hanya dijadikan lahan memperkaya dirinya sendiri oleh pelaksana.
"Saya dan warga disini tidak bodoh-bodoh amat kok masalah seperti apa pembangunan yang jelek dan bagus, apa lagi proyek yang biasanya ada papan informasinya ini tidak ada, kan sudah jelas kalau proyek ini hanya mau dijadikan ladang untuk korupsi," ungkapnya.
Abdurrahem selaku anggota tim investigasi dari Jatim Corruption Wacth (JCW) yang juga kebetulan pernah ke lokasi proyek, mengatakan, kalau proyek tersebut sepertinya hanya dijadikan lahan memperkaya diri oleh pihak-pihak terkait.
"Pasalnya dilokasi proyek tersebut tidak ada papan informasi yang mana hal itu jelas-jelas sudah melanggar undang-undang nomor 14 tahun 2008, apa lagi tananan batunya tananan batu kosong, yang hal itu jelas sangat fatal," jelasnya.