"Warga sangat senang dengan adanya pipa air tersebut, meskipun air yang mengalir dari program itu sangat minim. dan seharusnya kepala desa bicara pada masyarakat kalau memang ada persoalan dengan pengeboran tersebut," Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kaduara Timur Prayitno mengatakan bahwa proyek pengeboran itu dari awal tidak berfungsi.

"Pengeboran itu memang tidak dipakai atau dilewati air. fungsi pengeborannya gak ada, warga sekitar meminta saya untuk diambil atau diamankan kalau cuma tidak berfungsi, karena sebagian pipa itu sudah ada yang hilang, makanya Pemerintah Desa hanya mengamankan saja, karena ketika hilang yang bertanggung jawab itu nanti siapa?," Kata Prayitno. (Mp/nir/al/kk)