Menurut dia, narkoba menciptakan siklus pasang surut bagi pengguna untuk memilih apakah meninggalkan atau tetap memakai narkoba. Namun karena adanya efek ketagihan, maka kebanyakan makin tersedot ke arus pusaran penggunaan narkoba.

Dirinya memutuskan untuk meninggalkan barang haram tersebut setelah merasa narkoba itu merusak badannya dan kini sakit sakitan. Awal mulanya, ia memulai menggunakan narkotika karena ditawari secara gratis oleh temannya yang sudah lebih dulu menggunakan obat terlarang jenis sabu-sabu sejak dia masih duduk dibangku SMA pada era tahun 90-an.

Dia mengaku untuk mendapatkan barang haram tersebut waktu itu masih harus membelinya di Kota Malang. Namun karena lama kelamaan merasa ketagihan dan juga banyak pesanan dari teman-temannya, lalu ia memutuskan untuk menjadi seorang bandar narkoba.

"Kami memang mendapatkan uang yang berlimpah dari hasil bisnis narkoba. Akan tetapi kami tetap tidak merasakan nyaman apalagi tenang," pungkasnya. (mp/fat/rus)